Skip navigation

Warren Edward Buffett (lahir di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, 30 Agustus 1930; umur 78 tahun) adalah seorang investor danpengusaha Amerika Serikat.

Bila saja tujuh keajaiban dunia bisa ditambah dan tidak hanya terdiri dari karya arsitektur, tapi juga orang, maka Warren Buffett boleh diusulkan sebagai salah satunya. Bayangkan saja, dalam sekitar 29 tahun, ia bisa meroketkan modalnya dari 100 dolar AS menjadi 57,4 miliar dolar AS pada Mei 1999. Forbes, majalah ekonomi kelas dunia, pada 2005 menempatkan Buffett sebagai pengusaha terkaya kedua di dunia setelah William Gates alias Bill Gates pemilik Microsoft. Read More »

Manis-pahit dunia kerja dikecap Sandiaga Uno pada usia muda. Mengawali karier sebagai karyawan, meraih puncak karier dalam waktu singkat, hingga diberhentikan dari pekerjaan nan mapan, mencipta arus balik hidup Sandiaga untuk menjadi pengusaha. Tahun 2008 ia dinobatkan menjadi ”Entrepreneur of The Year” dari Enterprise Asia untuk predikat pengusaha terbaik. Pencapaian itu adalah buah dari pergulatan panjang. Namun, pria yang akrab disapa Sandi itu menyebut dirinya sebagai ”pengusaha kecelakaan”. Itu karena kiprahnya di dunia usaha dimulai tatkala kondisi karier dan keuangannya sedang terpuruk pada 1998. Pria lulusan Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cumlaude itu mengawali karier sebagai karyawan Bank Summa pada 1990. Tahun 1991 ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington University, Amerika Serikat. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif 4,00. Kariernya terus melesat. Pada tahun 1994 ia bergabung dengan MP Holding Limited Group sebagai investment manager. Pada 1995 ia hijrah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd dengan penghasilan 8.000 dollar AS per bulan. Namun, kariernya itu tak berlangsung lama. Krisis moneter sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Semua tabungan hasil jerih payahnya yang diinvestasikan ke pasar modal juga turut kandas akibat ambruknya bursa saham global. Read More »

Bagi anda yang berniat untuk beli BB second perhatikan beberapa hal dibawah ini.

1. Cek fungsi utama BlackBerry Pastikan simbol GPRS/EDGE tampil seluruhnya dengan huruf kaptital saat SIM Card terpasang. Namun bila simbol itu masih dengan huruf kecil lakukan new registration dengan cara masuk menu, klik Options-Advance Options-Host Routing tabel kemudian klik menu setelah itu Register Now. Tunggu hingga simbol tersebut menjadi huruf kapital dengan sendirinya.

2. Cek IMEI dan PIN Periksa kesamaan IMEI dan PIN pada bagian body belakang BB dengan status di layar.

3. Cek PIN nyangkut PIN tersebut belum di release sehingga pengguna baru tidak bisa membuat akun BIS/BES pada handheld tersebut. Untuk mengetahuinya buka Webclient-Link Create Username-Agree-NEXT. Setelah itu masukan PIN dan IMEI. Kalau terbukti PIN tersebut nyangkut maka akan muncul pop up.

4. Cek fungsi keyboard Ada kalanya BB second memiliki susunan QWERTY atau AZERTY. Pastikan susunan QWERTY berfungsi benar saat digunakan untuk mengetik. 5. Cek IT Policy BB Caranya masuk ke Menu-Options -Status, ketik BUYR. Kalau IT Policy Enabled maka IT policy tersebut tersedia.

Tahukah anda mengapa dinamai BlackBerry? Awalnya pihak RIM  meminta bantuan Lexicon Branding Inc untuk menamai produk pertama mereka, yakni sebuah gadget email nirkabel yang memiliki kemampuan luar biasa. Setelah melihat prototipe BlackBerry yang memiliki tombol-tombol kecil menyerupai biji strawberry, Lexicon mulai mengeksplorasi bermacam-macam nama buah dan sayuran. Menurut hasil penelitian mereka RIM diminta untuk membuang jauh-jauh istilah email, karena ternyata kata tersebut dapa meningkatkan tekanan darah. Akhirnya RIM dan Lexicon sepakat dengan satu nama, yaitu BlackBerry. Sebuah brand yang menurut mereka dapat membawa kebahagiaan karena fungsi dan kemudahan yang dimilikinya sekaligus mewakili manisnya hidup dengan gadget hitam tersebut.

Kini BlackBerry merupakan gadget incaran bagi orang-orang di semua kalangan. Penjualan perangkat itu pun semakin meningkat dan harga jualnya cenderung bertahan. Dipasaran dikenal 3 jenis BlackBerry, yaitu BB ori, BM, dan refurbish. BlackBerry orisinal adalah produk asli yang diimpor dan dipasarkan ke Indonesia melalu distributor resmi dan operator seluler yang mendapatkan hak penjualan dari RIM. Sedangkan BlackBerry black market adalah barang selundupan secara ilegal tanpa memenuhi ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Beda lagi dengan BlackBerry refurbish, yaitu barang bekas yang ‘dipoles’ agar terlihat seperti barang baru. Keuntungan membeli BB orisinil yakni jaminan IMEI dan PIN yang sudah pasti terdaftar di Indonesia. Sayangnya harga yang ditawarkan cukup tinggi sehingga membuat orang beralih ke barang BM maupun refurbish. BB BM tidak memiliki jaminan produk dari manufaktur jadi anda harus bersiap untuk ‘kerepotan’ terhadap masalah-masalah yang akan di alami seputar BB itu. BB refurbish kerap kali merugikan pembeli karena fitur-fitur istimewa dari gadget tersebut tidak bisa digunakan sama sekali, misalnya PIN yang ilegal. Untuk itu daripada menanggung banyak resiko mending beli BB orisinal kan, mahal terjamin ko!

Abdul Latief lahir pada tanggal 27 April 1940 di Kampung Baru, Banda Aceh. Anak keenam dari sembilan bersaudara ini, dibesarkan di tanah rencong itu. Dua puluh tahun sebelumnya, ayahnya meninggalkan Tanah Minang, dan menetap di Aceh sebagai pedagang. Ayah dan Ibunya dikenal sebagai aktivis Muhammadiyah di Aceh. Sayang, ayah Abdul Latief meninggal tatkala ia berumur empat tahun. Dalam suasana pergerakan mempertahankan kemerdekaan dan perjuangan rakyat Aceh itu, Abdul Latief dibesarkan oleh ibunya. Karena dibesarkan dalam zaman-zaman perjuangan dengan suasana politik yang panas, Abdul Latief bercita-cita jadi politikus di kemudiah hari. Namun, ibunya mengarahkan menjadi saudagar yang bersifat nasional seperti ayahnya. Ibu Abdul Latief adalah juga pejuang hidup, pada tahun 1950 ia membawa Abdul Latief bersaudara pindah ke Jakarta, berharap bisa berubah nasib di ibukota. Itulah sebabnya masa Remaja Abdul Latief diwarnai dengan kehidupan Remaja Betawi. Ia menyelesaikan pendidikan Sekolah lanjutan pertama dan atas di Jakarta. Ia kuliah di APP kemudian mengambil sarjananya pada tahun 1965 di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta. Selama tahun 1945 dan 1966, situasi politik nasional sedang kacau. Demonstrasi-demonstrasi memenuhi jalan raya. Abdul Latief mengambil peran memasok makanan pada demonstran itu. Situasi belum pulih, tapi Abdul Latief diberi kepercayaan untuk mempelajari manajemen toserba dan supermarket di Seibu Group, Tokyo. Sebalik pulang Sekolah dari Jepang itu, ia lalu melangsungkan pernikahannya dengan Nursiah, gadis tetangga di Jakarta, pada tahun 1967. Read More »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.